—SAJAK RERUMPUTAN—

Friday, 15 December, 2006 at 3:44 PM Leave a comment

Rerumputan ikuti senandung angin

Menderu damai meninggal kesejukan

Dominasi imaji seakan tersaji

Nikmati syair menari di pelupuk angan

Sesaat semua terhenti

Suara angin tercekat kondisi situasi

Mendesir lirih terpaku bisu

Merasa sumbang tuk lanjutkan bait lagu

Rerumputan begitu takut angin pergi

Resonansi hati menyirat sebuah arti

Pada akhirnya yakinlah yang meraja

Alunan angin sungguh bukan untuknya

Wahai angin…. Sungguhlah bukan itu yang kau rasa

Rasa itu hanya ilustrasi sesaat emosi jiwa

Rerumputan bukan tak menyukainya

Karena angin hanya mengagumi hijau kharismanya

Wahai angin…. Jangan berhenti sampai disana

Suaramu terdengar indah ditelinga

Nyanyian angin hanya menjejak embun basah

Berlalu seakan sesali nyanyiannya

Wahai angin…. Jangan takut merasa salah

Nada itu kaulah yang mencipta

Teruskan senandungmu walau gagap terbata

Temani rerumputan berpadu dikaki langit dengan sempurna

—Non@Jan 31st 2k6_1:42am—


Entry filed under: Makna Kata. Tags: .

Jernih Mata Air Di Sisi Kubangan Berlimbah Hari yang ga seru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

December 2006
S M T W T F S
« Nov   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Statistik

  • 40,052 hits

Galeri Photo

Can't sleep..

Kesian.. Korban kedua.. Itu burung nabrak kaca hotel JW.Maerot medan..

Perintis kemerdekaan, medan.. lt.1929 JW.M

DSC_0545-608481879

DSC_05431183489326

More Photos

%d bloggers like this: