Pluto..Riwayatmu Kini…

Wednesday, 14 February, 2007 at 7:10 PM Leave a comment

PLUTO MEMBINGUNGKAN ASTRONOM

pluto.jpg

Sesuatu yang aneh dan tidak lazim kini sedang terjadi pada Pluto, planet terluar di tata surya kita: Meski planet ini menjauhi matahari, namun atmosfernya justru mengembang lebih tebal. Hal ini mengherankan para astronom karena biasanya atmosfer planet yang menjauhi matahari menjadi tipis karena dingin, bahkan membeku.

Fenomena janggal ini diduga merupakan akibat dari akumulasi panas yang diterima Pluto ketika orbitnya berada pada titik terdekat dari matahari tahun 1988-1989, dan peristiwa kesejajaran kosmis tahun 2002, dimana Pluto “berpapasan” dengan dua bintang redup, yang cahayanya sudah sangat lemah ketika mencapai planet itu.

Temperatur di Pluto meningkat sekitar 1 derajat Celcius sejak planet tersebut berada di dekat matahari 14 tahun lalu. Peningkatan itu sebenarnya tidak terlalu berarti karena suhu di Pluto sendiri sudah luar biasa dingin, yakni ratusan derajat di bawah titik beku.

Namun hal ini menjadi menarik karena peningkatan suhu itu membuat atmosfer Pluto mengembang, dan sepertinya akan mencapai puncaknya tahun 2015.

Thermal Lag
Seperti disebut di atas, atmosfer Pluto diketahui mengembang sejak tahun 1989. Menurut teori, seharusnya atmosfer akan menipis seiring dengan turunnya suhu planet itu akibat ia bergerak menjauhi matahari. Namun karena terlalu jauh untuk diamati secara detail, perkembangan itu kemudian luput dari perhatian.

Sampai suatu ketika, tanggal 20 Juli 2002, sebuah bintang yang disebut P126A melintas di belakang Pluto. Akibat cahaya dari bintang tersebut, para astronom kembali melihat adanya perubahan pada atmosfer Pluto. Namun demikian teknologi belum memungkinkan mereka melihat seberapa besar perubahan tersebut.

Selanjutnya, kesejajaran kosmis dengan bintang P131.1 yang dialami Pluto tanggal 21 Agustus 2002 menimbulkan reaksi lebih jelas. Kejadian itu membuat atmosfer Pluto terlihat berkembang lebih jelas, meski suhunya seolah-olah stabil.

Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah mengapa penebalan atmosfer itu justru semakin jelas akhir-akhir ini, padahal peristiwa Pluto mendekati matahari sudah berlangsung 14 tahun lalu, dan peristiwa kesejajaran kosmis dengan dua bintang terjadi tahun lalu? Para peneliti yakin thermal lag –atau keterlambatan panas mencapai Pluto– adalah jawabannya.

Panas yang Terlambat Sampai
Tidak bisa dibantah bahwa Pluto menjadi makin dingin seiring dengan gerakannya menjauhi matahari. Namun panas yang terakumulasi saat Pluto mendekati matahari, ditambah saat ia berada pada kesejajaran kosmis dengan dua bintang, baru sampai beberapa tahun kemudian.

Apa yang terjadi pada Pluto ini serupa dengan keterlambatan panas yang sampai ke bumi. Walau matahari terletak paling tinggi tepat pukul 12 siang, namun suhu terpanas justru terjadi beberapa jam kemudian karena panas butuh waktu untuk mencapai bumi. Dalam kasus Pluto, keterlambatan itu dapat terjadi hingga hitungan dekade.

Dan karena ada keseimbangan antara atmosfer Pluto dengan permukaann es-nya, para ilmuwan memperkirakan atmosfer Pluto akan mencapai puncak kontraksinya –dimana suhu planet itu juga akan naik– sekitar tahun 2015 untuk jangka waktu beberapa tahun.

Walau teori di atas dipercayai beberapa astronom saat ini, namun bukan tidak mungkin ada faktor lain yang mempengaruhi berkembangnya atmosfer Pluto. Apa yang sesungguhnya terjadi pada Pluto hanya akan mendapat jawaban lebih akurat bila misi Kuiper Express berhasil dilakukan. Dalam misi yang akan dimulai tahun 2006 itu, para ilmuwan akan mengirimkan wahana tak berawak ke sana. Wahana ini diperkirakan mencapai Pluto satu dekade kemudian, yakni sekitar tahun 2015.

“Observasi terhadap Pluto sudah mendekati saatnya,” ujar William Hubbard dari Laboratorium Bulan dan Planet di Universitas Arizona, seperti dikutip journal Nature. “Orbit Pluto dalam beberapa waktu ke depan memberikan kesempatan pada kita untuk mempelajari planet tersebut.”

Planet Kecil Dengan Atmosfer Tipis
Pluto ditemukan tahun 1930. Sejak saat itu hingga sekarang, planet ini masih menyimpan banyak misteri. Bahkan teleskop Ruang Angkasa Hubble yang super kuat hanya bisa memotret permukaan es-nya secara samar-samar.

Bahwa Pluto memiliki atmosfer, baru diketahui tahun 1985 ketika sebuah bintang melintas di belakang planet itu. Dilihat dari bumi, atmosfer Pluto tampak berkedip-kedip saking tipisnya. Maklum, bila dibanding atmosfer bumi kepadatannya hanya sekitar satu per sejuta.

Berdasarkan penelitian dan perhitungan, atmosfer Pluto diduga terbentuk dari nitrogen, yang memiliki keseimbangan sempurna dengan permukaannya yang beku.

Mengorbit matahari setiap 248 tahun, Pluto yang ukurannya lebih kecil dari bulan kita ini ’biasanya’ menjadi planet yang paling jauh dari matahari. Walau demikian pada waktu orbitnya berada pada posisi terdekat dengan matahari, ia akan lebih “masuk” dalam tata surya dibanding Neptunus. (kcm)

Entry filed under: Info-Berita. Tags: .

Prioritaskan Manajemen Air UFO?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

February 2007
S M T W T F S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728  

Statistik

  • 40,052 hits

Galeri Photo

Can't sleep..

Kesian.. Korban kedua.. Itu burung nabrak kaca hotel JW.Maerot medan..

Perintis kemerdekaan, medan.. lt.1929 JW.M

DSC_0545-608481879

DSC_05431183489326

More Photos

%d bloggers like this: