UFO?

Wednesday, 14 February, 2007 at 7:32 PM Leave a comment

Cahaya Misterius di Singapura, UFO?

100107_cahayamisterius.jpg

Cahaya hijau melintas di langit Singapura Minggu (7/1) malam, sehingga menimbulkan kehebohan warga setempat dan menjadi perbincangan hangat. Warga menduga itu adalah penampakan piring terbang (UFO), begitu juga para ahli. Banyak yang memperdebatkan fenomena ini. Cahaya tersebut muncul sekitar pukul 07.40 malam di sejumlah daerah termasuk Woodlands, Bedok, Bukit Panjang, Clementi dan Marina. Apakah itu sebuah meteor atau cahaya hijau atau cuma ilusi mata?

Beberapa orang mengatakan, itu adalah cahaya hijau, yang lainnya mengatakan itu adalah sinar biru keputih-putihan. Cahaya itu berbentuk bola api dan memiliki “ekor” di ujungnya. “Mirip komet yang meluncur selama beberapa detik di langit dan lantas menghilang,” kata mereka.

“Ada cahaya yang melintas sangat cepat menuju Sentosa dan bentuknya seperti sebuah roket,” kata pebisnis Abdullah Yusof (48 tahun) yang berada di Pusat Harbourfront bersama dengan keluarganya. “Fenomena ini berlangsung selama kurang dari semenit,” tambahnya.

Saksi yang lainnya, seorang insinyur berusia 25 tahun Xu Tao menyaksikan terdapat tiga buah cahaya hijau yang bergerak mulai dari kiri ke kanan dari apartemen Clementi. Dikatakannya, “Saya mengira itu adalah UFO sebab bentuknya sangat berbeda dengan pesawat terbang biasanya.”

Namun, para ahli mengemukakan pendapat yang berbeda. Mereka menilainya dengan kacamata ilmiah. Albert Lim, Presiden Astronomical Society of Singapore (Tasos) menguraikan, itu kemungkinan sebuah ledakan bola api. “Itu sepertinya jenis meteor, namun cahayanya ratusan kali lebih terang. Sebuah batu normal yang memasuki atmosfir akan terbakar dan ini dikenal dengan bintang jatuh. Ketika bongkahan yang lebih besar masuk, benda itu akan memakan waktu lebih lama lagi untuk terbakar dan akan melintas di langit,” jelasnya.

Ditambahkannya, terdapat berjuta-juta meteor setiap harinya, namun benda-benda ini jarang sekali disaksikan dengan mata telanjang dan jejaknya pun sangat pendek, berlangsung sekitar setengah hingga dua detik. Meteor-meteor sporadis seperti yang terjadi pada Minggu lalu merupakan meteor acak yang hampir tidak mungkin diprediksi kapan terjadinya.

Dia menambahkan, karena meteor itu bergerak mengarah ke selatan, maka kemungkinan ia berakhir di laut. Kendati demikian, Kepala Eksekutif Pusat Sains Singapura Dr Chew Tuan Chiong mengungkapkan: “Fakta itu terjadi di sekitar matahari terbenam. Ia menyarankan itu sepertinya apa yang biasa orang-orang sebut dengan cahaya hijau. Hal ini disebabkan oleh sinar matahari yang disebar oleh partikel-partikel kecil di atmosfir yang menghasilkan sejumlah komponen cahaya yang berbeda.”

Entry filed under: Info-Berita. Tags: .

Pluto..Riwayatmu Kini…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

February 2007
S M T W T F S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728  

Statistik

  • 40,052 hits

Galeri Photo

Can't sleep..

Kesian.. Korban kedua.. Itu burung nabrak kaca hotel JW.Maerot medan..

Perintis kemerdekaan, medan.. lt.1929 JW.M

DSC_0545-608481879

DSC_05431183489326

More Photos

%d bloggers like this: