Rusaknya Hutan Bakau

Tuesday, 10 July, 2007 at 4:00 PM 2 comments

MangroveHutan bakau di Taman Wisata Alam Angke Kapuk kini rusak parah. Dari luas kawasan 99,8 hektar, 90 persen di antaranya telah menjadi lahan terbuka berupa tambak, sedangkan tegakan bakau tinggal 10 persen. Proyek reklamasi pantai pun harus menyisihkan 20 persen anggarannya untuk konservasi.

Kondisi hutan bakau yang rusak disaksikan sekitar 1.200 peserta acara Mangrove Challenge ’07 di Angke Kapuk, Jakarta Utara, Minggu (8/7) pagi. Acara itu diselenggarakan bersama Kompas-Gramedia Cyclist, Orang Tua, Polygon, McDonald’s, Taman Wisata Alam Angke Kapuk, Sonora, dan B2W Indonesia.

Peserta menanam lebih dari 1.100 anakan bakau, didahului dengan kegiatan bersepeda sejauh 20 kilometer dari Kantor Kompas-Gramedia di Palmerah Selatan. Dalam kegiatan yang terajut dalam spirit “Bersepeda untuk Konservasi Alam” itu, ikut pula Menteri Kehutanan MS Kaban, Direktur Jenderal Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial Darori, Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng, dan artis Olivia Zalianti. Artis Ikke Nurjana bergabung saat menanam bakau di Angke Kapuk.

Pengelola Taman Wisata Alam Angke Kapuk, Murniwati Harahap, menjelaskan, dari luas total taman 99,8 hektar, 90 persen di antaranya rusak, telah berubah menjadi tambak. Lahan dengan tegakan bakau tersisa 10 persen.

Pihaknya, ujarnya, sudah menanam anakan bakau pada sebagian lahan kosong atau rusak. Sebagian lainnya disisakan untuk ditanami para pencinta lingkungan, antara lain yang dilakukan peserta Mangrove Challenge.

MS Kaban prihatin atas kian parahnya kerusakan vegetasi hutan pantai, terutama bakau, termasuk di Angke Kapuk dan sekitarnya di pantai utara Jakarta. Secara umum dia mengatakan, dari sekitar 9 juta hektar hutan bakau di Indonesia, 2,5 juta hingga 3,5 juta hektar di antaranya rusak parah.

Dia juga mengakui reklamasi pantai Jakarta cukup banyak menekan populasi bakau selain pembukaan tambak rakyat. Khusus pengusaha, investor, atau pengembang yang mereklamasikan pantai agar menyisihkan 20 persen dari total biaya proyeknya untuk rehabilitasi, konservasi, dan revitalisasi pantai.

hutan bakauKegiatan Mangrove Challenge ’07, kata Kaban, dapat menjadi contoh yang baik bagi proses penyadaran publik tentang pentingnya bakau. “Kegiatan ini sebagai bagian dari kampanye untuk mengingatkan masyarakat agar peduli terhadap mangrove,” katanya menjelaskan.

Kaban mengingatkan, kerusakan mangrove jauh lebih besar daripada upaya rehabilitasinya. “Kerusakan 60 persen, perbaikan baru 40 persen. Dari berbagai upaya yang terus kita lakukan, suatu ketika vegetasi bakau pasti akan pulih. Persoalan itu harus beradu terus-menerus dengan proses penyadaran terhadap masyarakat,” katanya

Entry filed under: Info-Berita. Tags: .

Tapi tiada telinga di hadapan Dissapear…

2 Comments Add your own

  • 1. Ahmad rizali  |  Wednesday, 3 December, 2008 at 7:25 AM

    Hutan bakau harusny di jaga…

    Reply
  • 2. rera  |  Monday, 26 October, 2009 at 2:52 PM

    benar, hutan bakau harusnya benar-benar dijaga karena sangat bermanfaat melawan erosi dari air laut.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

July 2007
S M T W T F S
« May   Aug »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Statistik

  • 40,052 hits

Galeri Photo

Can't sleep..

Kesian.. Korban kedua.. Itu burung nabrak kaca hotel JW.Maerot medan..

Perintis kemerdekaan, medan.. lt.1929 JW.M

DSC_0545-608481879

DSC_05431183489326

More Photos

%d bloggers like this: