Kemampuan vs. Keterbatasan

Wednesday, 18 July, 2007 at 12:34 PM 3 comments

kutu-anjing-2.jpgKutu anjing adalah binatang yang mampu melompat 300 kali tinggi tubuhnya. Namun, apa yang terjadi bila ia dimasukan ke dalam sebuah kotak korek api kosong lalu dibiarkan disana selama satu hingga dua minggu?. Hasilnya, kutu itu sekarang hanya mampu melompat setinggi kotak korek api saja! Kemampuannya melompat 300 kali tinggi tubuhnya tiba-tiba hilang. Ini yang terjadi. Ketika kutu itu berada di dalam kotak korek api ia mencoba melompat ting gi. Tapi ia terbentur dinding kotak korek api. Ia mencoba lagi dan terbentur lagi. Terus begitu sehingga ia mulai ragu akan kemampuannya sendiri. Ia mulai berpikir, “Sepertinya kemampuan saya melompat memang hanya segini.” Kemudian loncatannya disesuaikan dengan tinggi kotak korek api. Aman. Dia tidak membentur. Saat itulah dia menjadi sangat yakin, “Nah benar kan ? Kemampuan saya memang cuma segini. Inilah saya!” Ketika kutu itu sudah dikeluarkan dari kotak korek api, dia masih terus merasa bahwa batas kemampuan lompatnya hanya setinggi kotak korek api. Sang kutu pun hidup seperti itu hingga akhir hayat. Kemampuan yang sesungguhnya tidak tampak. Kehidupannya telah dibatasi oleh lingkungannya.

Sesungguhnya di dalam diri kita juga banyak kotak korek api. Misalnya anda memiliki atasan yang tidak memiliki kepemimpinan memadai. Dia tipe orang yang selalu takut tersaingi bawahannya, sehingga dia sengaja menghambat perkembangan karir kita. Ketika anda mencoba melompat tinggi, dia tidak pernah memuji, bahkan justru tersinggung. Dia adalah contoh kotak korek api yang bisa mengkerdilkan anda. Teman kerja juga bisa jadi kotak korek api. Coba ingat, ketika dia bicara begini, “Ngapain sih kamu kerja keras seperti itu, kamu nggak bakalan dipromosikan, kok.” Ingat! Mereka adalah kotak korek api. Mereka bisa menghambat perkembangan potensi diri Anda.

Korek api juga bisa berbentuk kondisi tubuh yang kurang sempurna, tingkat pendidikan yang rendah, kemiskinan, usia dan lain sebagianya. Bila semua itu menjadi kotak korek api maka akan menghambat prestasi dan kemampuan anda yang sesungguhnya tidak tercermin dalam aktivitas sehari-hari. Bila potensi anda yang sesungguhnya ingin muncul, anda harus take action untuk menembus kotak korek api itu.

Lihatlah Ucok Baba, dengan tinggi tubuh yang di bawah rata-rata ia mampu menjadi presenter di televisi. Andapun pasti kenal Helen Keller. Dengan mata yang buta, tuli dan “gagu” dia mampu lulus dari Harvard University . Bill Gates tidak menyelesaikan pendidikan sarjananya, namun mampu menjadi “raja” komputer. Andre Wongso, tidak menamatkan sekolah dasar namun mampu menjadi motivator nomor satu di Indonesia. Contoh lain Meneg BUMN, Bapak Sugiharto, yang pernah menjadi seorang pengasong, tukang parkir dan kuli di Pelabuhan. Kemiskinan tidak menghambatnya untuk terus maju. Bahkan sebelum menjadi menteri beliau pernah menjadi eksekutif di salah satu perusahaan ternama. Begitu pula dengan Nelson Mandela. Ia menjadi presiden Afrika Selatan setelah usianya lewat 65 tahun. Kolonel Sanders sukses membangun jaringan restoran fast food ketika usianya sudah lebih dari 62 tahun. Nah, bila anda masih terkungkung dengan kotak korek api, pada hakekatnya anda masih terjajah.

kemampuan-vs-keterbatasan.jpg

Orang-orang seperti Ucok Baba, Helen Keller, Andre Wongso, Sugiharto, Bill Gates dan Nelson Mandela adalah orang yang mampu menembus kungkungan kotak korek api. Merekalah contoh sosok orang yang merdeka, sehingga mampu menembus berbagai keterbatasan. BREAK YOUR BORDER . . . . TOUCH THE SKY . . . . !

http://www.andriewongso.com/artikel/view.php?ArtID=38

 

Entry filed under: Info-Berita. Tags: .

Shut Up Q Jakarta Tenggelam

3 Comments Add your own

  • 1. Rizal/amad 0b3k  |  Saturday, 22 November, 2008 at 11:38 AM

    Hai…pak andre wongso,gmna sich bapak dngan mudah dan tdk pernah putus-putusny dlm brusa meniti karer,saya sangat kagum sama pak andre wongs0 saya jadi ter m0tivasi untuk hidup krja keras dan pantang menyerah dengan keadaan sekarang ini untuk menghadapi permasalahan trsebut,trm ksh buat pak andre wongso moga sukses selalu

    Reply
  • 2. Rizal/amad 0b3k  |  Saturday, 22 November, 2008 at 11:43 AM

    Salam sukses buat pak andre wongso…

    Reply
  • 3. AHMAD RIZALI d BANJARMASIN yang duluny mantan para PREMAN  |  Saturday, 22 November, 2008 at 3:37 PM

    Saya sangat bangga dengan keberadaan pak Andre Wongso sang Motivator indonesia yang kn virus kemampuan dan kelemahan seseorang dalam membangkitkan kemauan dari motivasi sang juara pak Andre Wongso…dari seminar-seminar pak andre wongso saya terinfeksi oleh virus-virus pak andre wongso untuk berhenti jadi PREMAN karna saya sangat sadar dengan keberadaan dan kelakuan saya,banyak orang tersusahkan oleh sikap-sikap saya…
    Alhamdullah dengan adny sang Motivasi yang sekaligus penggemar berat saya,dan saya berpikir untuk memutuskan berhenti jadi PREMAN yang sangat menyusah kan banyak orang…sekarang saya berniat untuk mencari pekerjaan yang halal dan ingin membantu para anak-anak jalanan dan para pengangguran yang memicu terjadi ny kelompok dan komonitas para pereman dengan jalan membantu memperkerjakan mereka..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

July 2007
S M T W T F S
« May   Aug »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Statistik

  • 40,052 hits

Galeri Photo

Can't sleep..

Kesian.. Korban kedua.. Itu burung nabrak kaca hotel JW.Maerot medan..

Perintis kemerdekaan, medan.. lt.1929 JW.M

DSC_0545-608481879

DSC_05431183489326

More Photos

%d bloggers like this: