Indonesia (v.s.) Malaysia

Sunday, 18 November, 2007 at 1:25 PM 9 comments

HORE! Akhirnya ada juga yang bisa dilakukan pemerintah RI. Merdeka! Rakyat Menang!

Malaysia Akhirnya Akui Rasa Sayange Milik Indonesia

kibar41.jpgPemerintah Malaysia akhirnya menyerah soal polemik lagu Rasa Sayange. Menteri Kebudayaan, Kesenian, dan Warisan Malaysia Rais Yatim telah bertemu dengan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik. Dalam pertemuan itu, Malaysia mengakui lagu Rasa Sayange sebagai lagu asli Indonesia. Ketua Umum DPP Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI) Dharma Oratmangun mengatakan, dalam kunjungan ke Malaysia, lahir kesepahaman antara Jero Wacik dan Rais Yatim. “Persoalan lagu Rasa Sayange selesai. Secara de facto, Malaysia mengakui itu milik Indonesia,” kata Dharma kemarin (12/11).

Pernyataan eksplisit Rais Yatim, menurut Dharma, disampaikan saat acara Temu Jembatan Budaya di Kuala Lumpur kemarin. Dharma merupakan salah seorang anggota delegasi kebudayaan Indonesia. “Oleh Pak Menteri (Menbudpar Jero Wacik) disampaikan bahwa sebagai negara bertetangga, semua persoalan agar diselesaikan dalam konteks masing-masing. Adapun lagu Rasa Sayange sudah bisa dipahami sebagai warisan yang dipunyai Indonesia,” jelas Dharma.

Lagu tersebut memang hidup di masyarakat secara luas hingga ke Malaysia. Karena itu, rakyat Malaysia juga mengenal dengan baik lagu tersebut. “Jadi, tidak ada masalah lagi,” tegasnya.

Jero Wacik saat dihubungi tadi malam membenarkan bahwa masalah lagu Rasa Sayange sudah tuntas. “Sebenarnya, tidak hanya masalah itu yang dibahas. Ada banyak hal,” kata Jero. Sayang, pembicaraan tidak berlanjut karena Jero sedang mengikuti jamuan makan malam.

Sebelumnya, kementerian kebudayaan Malaysia mengakui telah lalai menggunakan lagu Indonesia lainnya. Yakni, lagu Tiar Ramon karya musikus Minang, yang digunakan tarian delegasi Malaysia pada Asia Festival 2007 di Osaka.

Indonesia tidak akan memperkarakan lagu dan kesenian yang dipakai Malaysia. Sebab, Indonesia dan Malaysia masih serumpun. Hanya, Indonesia meminta, jika Malaysia menggunakan kesenian Indonesia, harus diumumkan kepada publik bahwa itu berasal dari Indonesia.

Di Malaysia, selain menghadiri Temu Jembatan Budaya, Jero Wacik membuka Indonesia Trend (Trade, Tourism, and Investment) Expo 2007 di Kuala Lumpur. Itu merupakan pameran produk-produk ekspor Indonesia ke Malaysia.

Sumber: http://www.myrmnews.com

Entry filed under: Info-Berita. Tags: .

“DRACULA” Slavish Mentality

9 Comments Add your own

  • 1. malon  |  Thursday, 24 July, 2008 at 3:27 PM

    awas bahaya laten komunis!
    awas bahaya laten malon (malaysia)!
    jangan terpropaganda oleh slogan indonesia dan malon adalah serumpun, saat kita lengah mereka menusuk kita dari belakang, jadi tidak ada yang abadi yang ada kepentingan abadi, jadi slogan tersebut sudah tidak relevan dengan kondisi hubungan antar bangsa saat ini (indonesia dan malon) negara serumpun tidak akan memangsa dan memaling apa sahaja punya saudaranya apalagi saudaranya dalam kondisi pemulihan, saya tidak pernah merasa serumpun dengan malon sampai kapanpun karena kita adalah indonesia dan mereka malon ingat itu!

    Reply
  • 2. reza  |  Tuesday, 30 December, 2008 at 6:12 PM

    Bukan hanya Lagu rasa sayange doank yg diambil sma MALING SIA

    PENTING HARUS DIBACA

    tulis sebelumnya, negera tetangga kita yang bernama Malingsia, eh, Malaysia, memang menyebalkan. Beberapa waktu yang lalu warga negara kita dipukuli oleh polisi Malingsia padahal dia sedang menjadi duta bangsa Indonesia. Ya, polisi yang adalah aparat negara tega menganiaya orang dari Indonesia meskipun dia tidak bersalah. Mereka awalnya tidak mau minta maaf, namun karena desakan dari Indonesia yang bertubi-tubi, akhirnya mereka minta maaf. Aparat Malingsia itu merampas hak orang Indonesia dari rasa aman.

    Kemudian ada lagi kasus wanita TKI yang diperkosa oleh anggota RELA, semacam satpol PP-nya Malingsia. Keterlaluan sekali mereka. Untuk kasus ini, mereka belum minta maaf. Mereka merampas kehormatan wanita asal Indonesia.

    Suasana panas itu diperparah oleh hadirnya Astro, sebuah televisi berbayar yang berbasis di Malingsia, yang dianggap melakukan monopoli terhadap tayangan langsung Liga Primer Inggris. Penggemar sepakbola di Indonesia melakukan protes keras atas praktik bisnis yang dilakukan oleh Astro itu sampai akhirnya Lativi mendapatkan hak untuk menyiarkan satu pertandingan siaran langsung EPL per pekan. Astro dianggap merampas hak orang Indonesia untuk menonton tayangan langsung liga Inggris

    Kini ada kasus baru lagi. Lagu Rasa Sayange yang sejak jaman kita masih TK sering dinyanyikan saat berlatih Pramuka, digunakan oleh Malingsia untuk mempromosikan pariwisata negeri itu. Ya, lagu itu dirampas begitu saja oleh Malingsia tanpa ijin dari Indonesia. Parah… Mereka merampas hasil kebudayaan Indonesia.

    Well, lagu ini kemungkinan besar memang lagu rakyat yang bisa dikategorikan sebagai folklore. Bisa jadi memang kita tidak bisa membuktikan hitam di atas putih bahwa lagu ini diciptakan oleh orang Indonesia. Namun, secara etika sebaiknya Malingsia tidak menggunakan lagu yang nyata-nyata berasal dari Maluku untuk mempromosikan kebudayaan mereka.

    Benar-benar Malaysia telah merampas banyak hal dari Indonesia. Tidak heran jika di berbagai forum banyak yang menyebut Malaysia sebagai Malingsia. Ya, kita tahu bahwa maling adalah pencuri atau perampas hak orang lain.

    Lebih daripada itu, Malingsia juga mengklaim bahwa wayang dan batik juga sebagai milik mereka. Mereka mengatakan bahwa Indonesia tidak mempunyai hak untuk mengklaim bahwa Wayang sebagai milik negara kita. Apa alasannya? Mereka bilang Wayang dibawa oleh orang Hindu pada jaman Sriwijaya pada abad ke tujuh dan pertunjukan seperti ini menyebar ke Langkasuka (Kedah), Palembang, Batavia and Temasik.

    Terus, kalau Indonesia akan menggugatnya, Malingsia mengatakan bahwa Indonesia akan menemui jalan buntu:

    “But if Indonesia wants to pursue the matter, it will face a dead end and will also affect Malingsia-Indonesia relations,” kata pejabat Malaysia yang bernama Datuk Seri Dr Rais Yatim.

    Benar-benar parah si Malingsia itu. Mereka makin sombong saja, ya? Kita ganyang saja mereka?

    —————————————————————————————

    Yang menarik, kenapa kita kebanyakan kalah ketika berhadapan dengan malaysia? Atau mungkin mengalah untuk menang…he..he..he…semoga!!

    Reply
  • 3. reza  |  Tuesday, 30 December, 2008 at 6:15 PM

    Bukan hanya Lagu rasa sayange doank yg diambil sma MALING SIA

    PENTING HARUS DIBACA

    tulis sebelumnya, negera tetangga kita yang bernama Malingsia, eh, Malaysia, memang menyebalkan. Beberapa waktu yang lalu warga negara kita dipukuli oleh polisi Malingsia padahal dia sedang menjadi duta bangsa Indonesia. Ya, polisi yang adalah aparat negara tega menganiaya orang dari Indonesia meskipun dia tidak bersalah. Mereka awalnya tidak mau minta maaf, namun karena desakan dari Indonesia yang bertubi-tubi, akhirnya mereka minta maaf. Aparat Malingsia itu merampas hak orang Indonesia dari rasa aman.

    Kemudian ada lagi kasus wanita TKI yang diperkosa oleh anggota RELA, semacam satpol PP-nya Malingsia. Keterlaluan sekali mereka. Untuk kasus ini, mereka belum minta maaf. Mereka merampas kehormatan wanita asal Indonesia.

    Suasana panas itu diperparah oleh hadirnya Astro, sebuah televisi berbayar yang berbasis di Malingsia, yang dianggap melakukan monopoli terhadap tayangan langsung Liga Primer Inggris. Penggemar sepakbola di Indonesia melakukan protes keras atas praktik bisnis yang dilakukan oleh Astro itu sampai akhirnya Lativi mendapatkan hak untuk menyiarkan satu pertandingan siaran langsung EPL per pekan. Astro dianggap merampas hak orang Indonesia untuk menonton tayangan langsung liga Inggris

    Kini ada kasus baru lagi. Lagu Rasa Sayange yang sejak jaman kita masih TK sering dinyanyikan saat berlatih Pramuka, digunakan oleh Malingsia untuk mempromosikan pariwisata negeri itu. Ya, lagu itu dirampas begitu saja oleh Malingsia tanpa ijin dari Indonesia. Parah… Mereka merampas hasil kebudayaan Indonesia.

    Well, lagu ini kemungkinan besar memang lagu rakyat yang bisa dikategorikan sebagai folklore. Bisa jadi memang kita tidak bisa membuktikan hitam di atas putih bahwa lagu ini diciptakan oleh orang Indonesia. Namun, secara etika sebaiknya Malingsia tidak menggunakan lagu yang nyata-nyata berasal dari Maluku untuk mempromosikan kebudayaan mereka.

    Benar-benar Malaysia telah merampas banyak hal dari Indonesia. Tidak heran jika di berbagai forum banyak yang menyebut Malaysia sebagai Malingsia. Ya, kita tahu bahwa maling adalah pencuri atau perampas hak orang lain.

    Lebih daripada itu, Malingsia juga mengklaim bahwa wayang dan batik juga sebagai milik mereka. Mereka mengatakan bahwa Indonesia tidak mempunyai hak untuk mengklaim bahwa Wayang sebagai milik negara kita. Apa alasannya? Mereka bilang Wayang dibawa oleh orang Hindu pada jaman Sriwijaya pada abad ke tujuh dan pertunjukan seperti ini menyebar ke Langkasuka (Kedah), Palembang, Batavia and Temasik.

    Terus, kalau Indonesia akan menggugatnya, Malingsia mengatakan bahwa Indonesia akan menemui jalan buntu:

    “But if Indonesia wants to pursue the matter, it will face a dead end and will also affect Malingsia-Indonesia relations,” kata pejabat Malaysia yang bernama Datuk Seri Dr Rais Yatim.

    Benar-benar parah si Malingsia itu. Mereka makin sombong saja, ya? Kita ganyang saja mereka?

    —————————————————————————————

    Yang menarik, kenapa kita kebanyakan kalah ketika berhadapan dengan malaysia? Atau mungkin mengalah untuk menang…he..he..he…semoga!!

    Reply
  • 4. Rifky  |  Friday, 30 January, 2009 at 2:30 PM

    Sudah cukup banyak kebudayaan Indonesia yang diklaim oleh Malaysia. Apakah Malaysia adalah sebuah negara yang miskin akan kebudayaan ? Pemerintah Indonesia seharusnya mematenkan semua kebudayaannya agar tidak diakui oleh negara lain.

    Reply
  • 5. sella  |  Friday, 5 June, 2009 at 9:04 PM

    dalam masalah ini memang satu2nya jalan pemerintah indonesia harus tegas terghadap malingsia
    karena malingsia itu kurang ajar dan harus dikasih pelajaran agar mereka tau diri

    Reply
  • 6. hastomo  |  Saturday, 13 June, 2009 at 3:07 PM

    malaysia mengklaim kebudayaan milik Indonesia…..apa langkah yang bijak? mari kita perlakukan kebudayaan kita dengan penuh rasa hormat…kita uri-uri kebudayaan kita dari sabang-merauke….kini kita baru tersadar betapa kita kurang menghormati kebudayaan kita yang seharusnya kita junjung tinggi…Malaysia wajar mengklaim….lawong sebenarnya Malaysia itu adalah Indonesia (Nusantara)..kok…ganyang malaysia…rebut kembali Malaysia ke tangan Indonesia, kembali pada Nusantara……………………Hidup RI….NKRI harga mati……..

    Reply
  • 7. budi  |  Wednesday, 2 September, 2009 at 4:36 PM

    gag tau malu….
    hanya bisa mengklaim doang…

    gag kreatif…
    gag punya budaya yg baik dari indonesia gt tuh kerjaanya MENGKLAIM…

    Nauzubilahiminzalik…

    Untuk pemerintah INA..
    tolong di perketat di bagian perbatasan..& dperhatikan warga disekitarnya…

    Reply
  • 8. Icidam  |  Friday, 11 March, 2011 at 10:05 PM

    sebenarnya malaysia mau apa sih ??
    ckckckck…

    Reply
  • 9. dipikir  |  Wednesday, 19 February, 2014 at 5:45 AM

    Greetings! I know this is somewhat off topic but I was wondering if you knew where I could find a captcha plugin for my comment form?
    I’m using the same blog platform as yours and I’m having trouble finding
    one? Thanks a lot!

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

November 2007
S M T W T F S
« Oct   Dec »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Statistik

  • 40,052 hits

Galeri Photo

Can't sleep..

Kesian.. Korban kedua.. Itu burung nabrak kaca hotel JW.Maerot medan..

Perintis kemerdekaan, medan.. lt.1929 JW.M

DSC_0545-608481879

DSC_05431183489326

More Photos

%d bloggers like this: