Orang-orang Hazara

Friday, 20 June, 2008 at 2:29 PM Leave a comment

Di jantung Afghanistan ada sebuah ruang kosong, suatu ketidakhadiran mencolok, tempat dua patung besar Buddha Bamiyan yang kolosal pernah berdiri. Pada Maret 2001 Taliban menembakkan roket-roket ke patung-patung itu selama berhari-hari tanpa henti, kemudian menanam dan meledakkan bahan-bahan peledak di dalam mereka. Kedua patung Buddha itu telah menjaga Bamiyan selama sekitar 1.500 tahun. Para pedagang Jalan Sutra dan misionaris dari sejumlah keyakinan datang dan pergi. Utusan-utusan dari kerajaan-kerajaan penakluk lewat orang-orang Mongol, Safavid, Mogul, Inggris, Soviet sering kali meninggalkan jejak berdarah.

Sebuah negara modern bernama Afghanistan terbentuk dari penyatuan banyak kawasan kesukuan. Rezim-rezim bangkit dan tumbang atau digulingkan. Patung-patung bertahan terhadap semua ini. Akan tetapi, Taliban melihat kedua patung Buddha secara sederhana sebagai sesembahan non-Islam, kepercayaan menyimpang yang dipahat dalam batu. Mereka tidak keberatan dianggap tidak berperikemanusiaan. Mereka tidak takut pengasingan dunia internasional. Penghancuran patung-patung adalah pernyataan kesalehan dari keyakinan aliran mereka sepanjang sejarah dan kebudayaan.

Ini juga unjuk kekuasaan terhadap orang-orang yang hidup di sekeliling patung: orang-orang Hazara, penduduk dari kawasan terasing di dataran tinggi di tengah Afghanistan yang dikenal sebagai Hazarajat – daerah sangat penting mereka, jika tidak seluruhnya menjadi pilihan. Dengan jumlah mencapai seperlima populasi Afghanistan, orang-orang Hazara telah lama kelihatan seperti orang-orang terpinggirkan. Mereka sebagian besar orang-orang Muslim Syiah dalam negara yang berlimpah Muslim Sunni. Mereka memiliki reputasi rajin namun mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang paling sedikit diinginkan. Karakteristik-karakteristik Asia mereka mata sipit, hidung pesek, pipi lebar – telah memisahkan mereka secara nyata dalam kasta lebih rendah, diingatkan begitu sering akan rendahnya diri mereka sehingga banyak orang Hazara menerimanya sebagai kebenaran.

Pemerintahan Taliban – sebagian besar Sunni fundamentalis, etnik Pashtun – memandang orang-orang Hazara sebagai orang-orang kafir dalam keyakinan Islam. Mereka tidak kelihatan seperti layaknya orang-orang Afghan dan tidak beribadah seperti cara orang-orang Muslim seharusnya beribadah. Seorang Taliban mengatakan tentang kelompok-kelompok etnik non-Pashtun di Afghanistan: “Orang-orang Tajik ke Tajikistan, orang-orang Uzbek ke Uzbekistan, dan orang-orang Hazara ke goristan,” kuburan. Dan sebenarnya, ketika patung-patung Buddha dirobohkan, pasukan-pasukan Taliban sedang mengepung Hazarajat, membakar desa-desa untuk membuat kawasan tidak dapat dihuni. Ketika musim gugur tiba, orang-orang Hazarajat bertanya-tanya apakah mereka dapat bertahan hidup di musim dingin. Kemudian terjadi 11 September, suatu tragedi di tempat lain yang tampaknya secara tak sengaja memberi keselamatan bagi orang-orang Hazara.

Enam tahun setelah Taliban jatuh, tanda-tanda perang masih menjadi bukti di dataran tinggi kampung halaman orang Hazara, tetapi ada harapan masa depan yang tidak dapat terbayangkan sepuluh tahun silam. Sekarang kawasan ini merupakan salah satu yang paling aman di Afghanistan, sebagian besar bebas dari ladang-ladang yang diolah untuk menjual opium secara ilegal yang mendominasi kawasan-kawasan lain. Pemerintahan politik baru memerintah di Kabul, kursi dari Presiden Hamid Karzai di pemerintahan pusat. Orang-orang Hazara memiliki akses baru ke universitas-universitas, pekerjaan-pekerjaan layanan sipil, dan peningkatan-peningkatan karier yang telah lama menyangkal mereka. Salah satu wakil presiden negara adalah orang Hazara, begitu pula pengumpul suara terbanyak di parlemen, dan seorang perempuan Hazara menjadi perempuan gubernur pertama dan satu-satunya di negara tersebut.

Entry filed under: Info-Berita. Tags: .

Gambaran Hitam (Nanti) Khasiat “Typhonium Flagelliforme” (Keladi Tikus)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

June 2008
S M T W T F S
« Dec   Dec »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Statistik

  • 40,052 hits

Galeri Photo

Can't sleep..

Kesian.. Korban kedua.. Itu burung nabrak kaca hotel JW.Maerot medan..

Perintis kemerdekaan, medan.. lt.1929 JW.M

DSC_0545-608481879

DSC_05431183489326

More Photos

%d bloggers like this: